Air putih, minuman kita sehari-hari. Kadang ada yang suka
dalam keadaan dingin, ataupun dalam keadaan hangat, tergantung dari aktivitas
yang dilakukan, misalnya sehabis olahraga tentu air putih dingin sangatlah
menggoda. Namun, diantara air putih hangat dan dingin, mana yang lebih baik?
Dikutip dari laman Boldsky, berikut ini beberapa ulasan
mengenai air hangat yang dirangkum dari berbagai sumber.
Meredakan rasa gatal di tenggorokan
Segelas air hangat yang Anda minum sesaat setelah bangun tidur memiliki
kemampuan untuk meredakan bengkak pada tenggorokan. Selain tenggorokan kering,
air hangat dapat mengatasi iritasi pada tenggorokan.
Melancarkan pencernaan
Air hangat yang Anda minum saat keadaan perut masih kosong dapat menstimulasi
usus untuk bekerja lebih maksimal. Hal tersebut juga bekerja seperti pembuka
jalan agar proses penyerapan makanan sepanjang hari berjalan dengan baik.
Meningkatkan sirkulasi
Air hangat dapat memperlancar aliran darah dalam sistem sirkulasi. Saat tubuh
seseorang tereskpos panas, maka sel darah yang mengalir akan mengalami
peningkatan.
Menurunkan berat badan
Ingin menurunkan berat badan dengan aman? Rutin minum air hangat. Air hangat
dapat menekan nafsu makan sekaligus berat dan massa tubuh.
Bagaimana dengan air dingin? Air dingin memang menyegarkan terutama ketika di
minum saat cuaca panas. Namun, ada beberapa alasan mengapa air dingin tidak
terlalu baik bagi tubuh Anda.
Menurunkan hidrasi
Air dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit, itu sebabnya tubuh seseorang
yang gemar minum air dingin tidak terhidrasi dengan baik. Jika tubuh tidak
terhidrasi dengan baik, maka penyakit seperti susah buang air, pusing bahkan
kejang-kejang siap menghampiri Anda.
Menghambat pencernaan
Air dingin hanya membuat tubuh mengalami kesulitan untuk mencerna makanan yang
Anda konsumsi. Alasan utamanya karena cairan dingin membuat lemak menjadi padat
sehingga aliran darah terganggu.
Menyebabkan flu
Lendir yang terdapat pada sistem pernapasan dibentuk oleh air dingin. Lendir
tersebut menghambat jalannya udara sekaligus meningkatkan risiko terserang
infeksi pada tenggorokan












